“Jalan ini di tutup untuk umum”….Hmmmm… mau di bilang apa lagi, ini merupakan salah satu bentuk dari dampak kenaikan BBM yang terjadi di Indonesia. Para mahasiswa turun kejalan demi menyuarakan satu keinginan “menurunkan kembali harga BBM” tapi mungkin ga yah…pemerintah menurunkan kembali harga BBM yang sekarang menjadi Rp. 6000,-

Sudah seperti yang diramalkan sebelum2nya bahwa kenaikan BBM pasti akan terjadi. Seperti tahun2 yang lalu sehari sebelum kenaikan BBM atau detik2 kenaikan BBM, semua kendaraan baik roda dua maupun roda empat pasti ngantri mengisi BBM di SPBU……..

Sama seperti krucil kaya gue hanya kemaren ga ikutan ngantri, abis panjang bngt, parah, jadi terpaksa isi pertamax ajah karena dah limit bngt bahan bakar yang ada di motor gue.

Hari ini, dampak dari kenaikan BBM kemaren mulai terasa bagi gue, seperti kenaikan tariff angkutan umum yang seyogyanya di gunakan oleh khalayak orang bnyk. Pagi ini gue sengaja naik bis untuk mengetahui tarif yang sudah berlaku di “jalanan”.

Bogor – UKI dengan tarif Rp. 7000,- dari Rp. 6000,- (terjadi kenaikan Rp. 1000,-)
Kampung rambutan – Grogol dengan bis reguler naik menjadi Rp. 2500,- dari Rp. 2000,- (terjadi kenaikan Rp. 500,-)

Seharusnya para angkutan di subsidi oleh pemerintah agar tidak menaikan tarif, ya mungkin dengan cara2 tertentu, mungkin sebagian orang akan menganggap “ahhh cuma naik segitu masih terjangkau” tapi bagi sebagian orang mungkin akan terasa sangat berat karena sangat membutuhkan angkutan itu keseharian untuk meminimalisasi pengeluaran. Jadi kalo menurut gue, itu ga sebanding dengan apa yang mereka dapatkan sehari-hari.

Yahh semoga ajah ada bahan bakar yang bisa membuat pengeluaran semakin kecil yang bisa mengakomodir seluruh kendaraan, bukan hanya jenis premium, mungkin nanti dengan teknologi yang maju bisa membuat bahan bakar kendaraan dengan “air” yang gratisan bisa diisi di rumah masing-masing, semoga ajah bisa terwujud.

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.